Blog Archive

Lokasi

Air terjun (1) argopuro (1) Bangunan (1) Bata Merah (1) Cerobong (1) Curug (1) Garam (1) Gedung (1) Gunem (1) gunung (2) Heritage (1) hutan (1) Jawa tengah (7) Kaliori (2) lasem (3) Pabrik (1) pancur (1) Pantai (2) Pasucen (1) pegunungan (2) Produksi (1) Pulau (2) pulau gede (2) puncak (1) Punjulharjo (3) Rembang (7) rimba (1) Sekarsari (1) Sumber (1) Tambak (1) Tradisional (1) Wates (2) watu congol (1) Wisata (3)
Showing posts with label Pulau. Show all posts
Showing posts with label Pulau. Show all posts

Friday, 15 May 2015

PULAU GEDE PART II


Saya lebih suka menyebutnya PULAU RINDU, karena memang pulau ini selalu bikin saya kangen untuk selalu datang dan datang lagi kemari :)

Ini kali kedua kami berangkat ke tempat ini (klik label : pulau gede). Take off pada jam yang sama seperti kunjungan sebelumnya yaitu pukul 17.40-18.00 sampai di pulau.
Perasaan yang timbul ketika menginjak pulau ini lagi untuk yang kedua kalinya adalah "kamu sudah berubah, dek". Bukan tanpa alasan, lokasi tempat menginap kami dalam kunjungan sebelumnya yaitu hamparan pasir sebelah selatan pulau sudah musnah alias terkena abrasi sejauh kurang lebih 20meter..duuhhh!
Di sini kami juga menemukan bangkai lumba-lumba sepanjang hampir 2meter. Saya mengira perairan laut Rembang tidak punya mamalia laut jenis ini, ternyata adaa..

 
Dalam trip kali ini perlengkapan kami lumayan komplit dibanding sebelumnya. Kali ini kami membawa tenda beserta ubo rampe nya.
Cuaca pada saat itu lumayan mendung padahal prediksi kita seharusnya bulan APRIL ini sudah mulai masuk musim kemarau. Benar saja, tenda kami belum sepenuhnya siap tapi gerimis sudah mulai turun al hasil semua personil kebasahan. Selang 30menit hujan agak reda kita kembali menyelesaikan tenda lalu membuat api unggun. Untungnya parafin sudah siap sedia, sehingga masalah perapian bisa sedikit teratasi mengingat tambahan kayu bakar dalam kondisi basah. Setelah sekitar satu jam acara masak dan makan, langit kembali gelap dan lebih parah dari kondisi sebelumnya. Awan tebal dan halilintar terasa seperti negara api yang akan menginvansi pulau. Dan yak, hujan turun disertai angin kencang dan badai. Anda bisa membayangkan, ditengah pulau kecil di dalam tenda di antara badai dan ombak besar..lengkap sudah rasanya penderitaan kami hingga salah satu tenda yang kami bawa rubuh diterpa angin dan..basah lagii :D


Hujan mulai reda kira-kira pukul 23:00. Kembali kami menata tenda dan sisa bara api unggun dari kayu besar yang untungnyaa masih bisa sedikit bertahan. Setelah api unggun menyala kami keringkan pakaian kami dekat perapian. Sebelum pukul 00.00 kita istirahat dalam tenda menunggu pagi.


Pukul 04.30 kami bangun. Dari arah timur sudah mulai terlihat tanda akan datangnya matahari pagi. Agak mengecewakan karena masih banyak awan mendung sisa hujan semalam, itu artinya tidak ada sunrise dan kami akan kesulitan untuk mendapatkan gambar. Tidak sesuai harapan..
Setelah sarapan pagi sekitar pukul 05.00 kami jalan-jalan mengelilingi pulau. Dan seperti saya ceritakan di awal, banyak yang berubah setelah terakhir 7bulan lalu kami kemari. Pohon-pohon nampak hijau dan lebih subur namun kami rasa luas wilayah pulau ini yg menyempit terutama di sisi utara dan selatan, namun gumuk pasir putih di ujung timur pulau bertambah panjanya sekitar 15an meter. Daan, acara selanjutnya adalah mengambil beberapa gambar sudut-sudut pulau walaupun akhirnya kami tidak mendapatkan sunrise karena langit yg mendung dan berawan tebal. di lanjutkan snorkelling pada pukul 07.00 pagi.

Selalu ada yang baru di sini. Ternyata setelah kami memperluas area jelajah sedikit lebih jauh dari area snorkelling yang dulu, yaitu di kedalaman 2-4 meter saya menemukan gugusan terumbu karang yang istimewa, dengan lebih banyak variasi jenis ikan ukuran sedang dan terumbu karang ukuran besar dengan lebar rata-rata sekitar 2meter.

Pukul 08.30 kami mengakhiri kegiatan snorkelling dilanjutkan sarapan pagi dengan menu andalan mie instant ditambah menu istimewa landak laut bakar hasil  tangkapan kami  :)
Oya, masih banyaknya spesies bulu babi di sini bisa dijadikan sebagai parameter bahwa secara garis besar terumbu karang di sini banyak yang dalam kondisi bagus. Walaupun banyak juga yang dalam kondisi hancur
Pukul 09.00 kapal jemputan datang. Itu artinya kita harus mulai  bongkar tenda dan bersiap berkemas untuk meninggalkan pulau.

Himbauan kami kali ini, berkunjunglah dan jikalau berkenan setiap pengunjung kami harapkan mau membawa bibit tanaman cemara laut atau bisa juga bakau jenis api-api yang menurut survei bisa tumbuh di areal ini supaya kelestarian pulau tetap terjaga. Janga lupa, sampah jangan ditinggal di pulau yaa..
Sekian..salam :)

Friday, 3 October 2014

PULAU GEDE




Kami berangkat tanggal 27 september 2014 bersama rombongan enam orang tapi hanya tiga orang dari rombongan yang akan melakukan petualangan ke pulau gede. Berangkat pukul 18.30, sampai di pulau sekitar pukul 18.00wib 

Pulau gede adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah utara desa wates kecamtan kaliori kabubaten rembang, jawa tengah dengan luas pulau sekitar 1km persegi saja. Jarak pulau dari garis pantai desa wates kurang lebih 4-5km dapat ditempuh dengan waktu sekitar 30-40menit perjalanan menggunakan kapal nelayan.


Kami lahir di kabupaten Rembang namun ini kali pertama kami mengunjungi pulau gede, hehehe. Adanya isu abrasi dan hilangnya pulau marongan (saat ini pulau marongan sudah hilang/tenggelam) yang berdekatan dengan pulau gede ini menggugah kami untuk mengunjungi pulau gede.

Adzan magrib sayup-sayup terdengar dari sebrang pulau bersamaan dengan bersandarnya kapal yang mengantarkan kami. 
 
Kesan pertama menginjakkan kaki di pulau..?? jawabannya adalah : cool 
Hamparan pasir putih dan air laut yang jernih membuat semangat kami kembali bergairah untuk menginap di pulau ini disamping bumbu-bumbu cerita masyarakat tentang mitos-mitos pulau..Whatever lah :D


Yang bermalam di sini berjumlah tiga orang, itu artinya tiga orang lagi kembali ke pulau jawa, ciee jawa haha. Perlahan kami turun satu persatu dari kapal, sesudah itu kapal meninggalkan kami “terdampar” di sini.

Satu hal lagi, di pulau ini sinyal hape full coy..jadi kita bisa ganti-ganti PM bb layaknya reporter yg selalu mengabarkan tiap menit situasi pulau. Ya, karena jarak pulau yang tidak terlalu jauh memungkinkan sinyal telepon seluler bisa masuk dengan lantjarr di sini.

Setelah kapal pergi tinggalah kami bertiga menyiapkan beberapa kebutuhan bermalam. Yang pertama dan paling utama adalah membuat perapian sebagai sarana memasak dan penghangat suasana mengingat angin pulau lumayan kencang.


Sekitar dua jam (sekitar pukul 20.00) kami baru bisa mendirikan api unggun, yah maklum baru pertama ke tempat ini jadi tidak gampang juga mencari kayu bakar dan benda-benda lain pemicu api. Setelah api unggun menyala, kami lanjut menyiapkan peralatan untuk istirahat nanti malam. Agak nekat memang, kami berangkat tidak membawa tenda dan hanya berbekal tikar dan sarung.

Untuk konsumsi kami hanya membawa 9 bungkus makanan andalan (baca: mie instan), 5botol air minum dan beberapa makanan kecil dan kopi sachet. Panci kami siapkan, masak air, rebus air, bikin mie dan kopi lalu siaplah kami menghabiskan malam disini menunggu pagi datang.


Situasi malam di sini tidak berbeda jauh dengan lokasi-lokasi outdoor lain, hanya saja anginnya agak lebih kencang. Suhu udara tidak terlalu dingin karena adanya angin dari darat cukup hangat, tetapi setelah pukul 02.00wib ke atas situasi berbalik menjadi sangat dingin karena angin laut mulai datang (ingat pelajaran IPA sekolah dasar tentang angin darat/laut? hehe).

Ada yang agak aneh di lokasi ini walaupun jauh dari daratan, pulau ini banyak dihuni oleh segerombolan tikus “Aneh ya? Mereka ke sini naik apa?” Pikir kami. Beberapa kali kami harus bangun dan mengusir tikus-tikus yang setiap datang berjumlah sekitar 2-5 ekor untuk curi-curi kesempatan menggerogoti perbekalan. Beberapa saat kemudian akhirnya kami berhasil memejamkan mata untuk beristirahat ditengah gangguan tikus-tikus tak berperasaan :D


Pukul 04.00wib satu persatu kami terbangun karena dinginnya udara ditambah lagi padamnya api unggun yang sebelumnya kami buat semalam. Ingat ya, api unggun adalah hal urgen dan utama ketika kita memutuskan untuk bermalam di suatu lokasi outdoor. Tanpa api unggun maka blunder lah kita..
Singkat kata kami mulai lagi mecari kayu bakar dan kembali menyalakan api unggun untuk mengusir dingin dan memasak air sebagai persiapan jam sarapan kami. Setengah jam kemudian siaplah perapian dan mulailah acara masak memasak sambil menunggu matahari terbit sebentar lagi.

Sekitar pukul 04.45wib langit timur sudah nampak jingga pertanda pagi akan segera tiba. Kami mulai berjalan melihat-lihat situasi di sekitar sambil berkeliling pulau menunggu matahari terbit. Saya sendiri menyiapkan kamera saku yang sengaja saya bawa dari rumah. Walaupun matahari belum nampak, di sekitar pulau sudah banyak aktivitas-aktivitas dari kapal-kapal nelayan mencari ikan. Sebagian nelayan menatap heran ke arah pulau karena keberadaan kami, hahaha.


Pukul 05.15wib matahari mulai tampak, perlahan sudut-sudut pulau mulai terlihat. Mengejutkan, ternyata di sekeliling pulau dipenuhi batuan-batuan sisa terumbu karang yang sudah rusak. sayang sekali. Ya, kabarnya memang gugusan terumbu karang di sini sudah banyak yang hancur. Konon penyebab utamanya adalah penggunaan jaring pukat harimau yang sebenarnya sudah di larang penggunaannya. Sepenglihatan saya memang beberapa kapal nelayan yang melintas terlihat menggunakan peralatan-peralatan terlarang itu. Lagi-lagi sayang ndess..


Ada beberapa jenis vegetasi di sini, di dominasi pepohonan dengan ketinggian antara 4-7meter. Ada juga beberapa pohon yang menjulang tinggi sampai ukuran puluhan meter namun jumlhnya tidak banyak.
Dari sisi lain pulau terlihat pengikisan-pengikisan tanah daratan akibat abrasi, disamping itu pula banyak terlihat sampah di mana-mana yang terbawa dari daratan seberang. Duhhh...


Setelah beberapa saat berkeliling pulau dan mengambil beberapa gambar, kami putuskan untuk merasakan dingin dan jernihnya air di sekitar pulau dengan ber-snorkeling ria. Keadaan bawah air yang berjarak sekitar 5meter dari air terlihat mengenaskan..nmpak batuan karang yang sudah rusak dan mati. Baru sekitar 6meter dari bibir pantai dengan kedalaman sekitar 1meter terlihat beberapa gugusan terumbu karang yang juga dihuni oleh beberapa spesies ikan.

Kondisi air menurut saya cukup jernih bahkan sangat jernih sehingga kami masih bisa menikmati sedikit keindahan yang tersisa di bawah air. Yah, paling tidak masih ada sedikit harapan tentang kelestarian pulau beserta keindahan terumbu karangnya. Tinggal bagaimana kitanyahhh...

Pukul 09.00wib kapal jemputan kami datang, kamipun berkemas bersiap meninggalkan pulau. Satu catatan penting yang juga merupakan kesan dan pesan dari kami untuk kita :

“kunjungilah, rawatlah, pedulilah”
 
Kami rekomendasikan untuk anda sekalian mngunjungi pulau ini, lokasinya asik untuk berlibur..Pasir putih, ombak kecil, beberapa lokasi terumbu karang dan ikan-ikan dengan air yang jernih..

Sekian cerita kami hari ini seiring kembalinya kapal pengantar kami menuju pulau jawa..

@ahdiatgalih on twitter